Ngerebong, Ritual Kesurupan Massal di Bali dan Makna Filosofisnya
Saat mengelilingi Bale Wantilan inilah kesurupan (kerauhan) mulai terjadi. Mereka yang kesurupan akan berteriak, menari, bahkan menusuk-nusuk tubuhnya dengan keris namun tidak mengalami luka sedikit pun.
Namun tidak semua yang mengikuti ritual ini kesurupan. Mereka yang tidak kesurupan biasanya menjaga mereka yang kesurupan agar tidak melukai orang lain.
Prosesi ini diakhiri dengan ritual Pengeluwuran untuk mengembalikan kesadaran mereka yang kesurupan.
Setelah Pengeluwuran, prosesi berikutnya kembali mengelilingi Wantilan ke arah kanan atau Pradaksina, yang merupakan arah yang berlawanan dengan Prasawia.
Pradaksina juga dilakukan sebanyak tiga kali sebagai simbol pendakian hidup dari Bhur Loka menuju Bhuwah Loka dan yang tertinggi menuju Swah Loka, yaitu alam Dewata.