Munas Alim Ulama PKB Hasilkan 5 Rekomendasi Dakwah ala Walisongo
Dalam rekomendasi ketiganya, Munas Alim Ulama menyatakan dakwah Islam yang menciptakan sektarianisme, ekstremisme, rasisme, diskriminasi, dan memaksakan kehendak dengan cara apa pun bukanlah dakwah karena bertentangan dengan ajaran Alquran.
“Menurut Munas Alim Ulama, model dakwah seperti itu bisa merusak harmoni bangsa Indonesia. Sikap itu harus diluruskan bersama-sama sebagai wujud amar makruf nahi munkar dengan cara yang benar, santun, dan bijak," papar dia.
Selain itu, dalam rekomendasinya Munas Alim Ulama meminta PKB mendorong dialog di antara berbagai kelompok keagamaan agar dapat mengenali aspirasi dan harapan umat beragama yang beragam dengan langkah solusinya.
Sebagai partai dakwah, lanjut Saifullah, PKB harus dorong secara nyata ukhuwah Islamiyah di antara institusi keislaman yang ada secara berimbang dan selaras dengan ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah.
Kelima, Munas Alim Ulama memandang negara perlu memberikan afirmasi agar model dakwah Walisongo bisa eksis, baik, dan efektif diakses publik di era digital saat ini. “Pemerintah dan pihak yang punya otoritas dalam bidang teknologi digital agar dapat memberikan fasilitas untuk kegiatan dakwah yang di-publish di TV, medsos, sehingga hak masyarakat untuk mempelajari agama dengan benar dapat terjamin dan terjaga,” katanya.
Wakil Ketua Panitia Muktamar, Jazilul Fawaid mengatakan, dakwah yg dilakukan NU maupun PKB di level grassroot sudah sangat kuat. “Tapi yang di perkotaan, perkantoran, dan komunitas kelas menengah belum. Ini perlu digarap termasuk medsos,” katanya.
Selama ini, kata dia, PKB sudah turut melakukan dakwah melalui Nusantara Mengaji, pecinta salawat Nusantara, dan lainnya. Langkah ini akan diintesifkan, termasuk digencarkan lewat berbagai saluran media sosial, sepert Youtube, Facebook dan lain-lainnya.
Editor: Kastolani Marzuki