KRI dr Soeharso 990 Angkut 93 Tim Kesehatan Menuju Palu dan Donggala
"Kami ingin berbuat sesuatu untuk masyarakat, terutama bagi warga yang mengalami masalah kesehatan traumatologi akibat menyelamatkan diri dari gempa dan tsunami," katanya.
Untuk fasilitas kesehatan yang dimiliki KRI dr Soeharso, diakui Nalendra sudah sangat mempuni karena sudah terdapat ruang Unit Gawad Darurat, lima kamar operasi, ruang rawat inap pasien yang berkapasitas 40 orang. Selain itu ada laboratorium, poliklinik gigi, poliklinik mata, ruang rongen, USG, ruang perawatan intesnif (ICU), klinik ibu bersalin, apotik dan sejumlah fasilitas lainnya.
"Target kami bagaimana bisa melakukan bantuan operasi kepada korban bencana minimal di atas 25 orang dalam satu hari, karena jumlah tim yang cukup memadai," kata dia.
Dia juga menerangkan, KRI dr Soeharso juga memiliki ruangan pasca operasi. Masyarakat tidak perlu khawatir untuk mendapat pelayanan kesehatan khusunya warga yang mengalami trauma akibat jatuh dari ketinggian saat gempa dan kasus lainnya.
"Tim kami bisa mengerjakan ini, karena kami juga membawa dokter konsultan yang bisa menangani warga yang mengalami trauma tulang belakang akibat meloncat dari ketinggian akibat bencana itu," ujar Nalendra.
Editor: Muhammad Saiful Hadi