“Jadikan pasar ini menjadi sebuah pasar rakyat yang modern, tertata, manajemen baik, parkirnya juga di basement. Sudah 5.000 lebih pasar yang telah kita bangun, itu pasar yang gede. Yang pasar desa 8.900-an pasar. Ke depan, tetap sama saja, kita tetap jadikan pasar tempat bertemunya penjual dan pembeli produk-produk dari petani, nelayan, perajin. Pasar memang harus hidup,” kata Jokowi.
Sementara Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra mengatakan, akan menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi, yakni memastikan revitalisasi Pasar Seni Sukawati berjalan lancar. Begitu juga dengan Pasar Umum Sukawati.
“Pak Presiden tadi sudah sampaikan, ini akan diselesaikan di tahun berikutnya termasuk Blok C, dimulai tahun 2020 selesainya tahun 2021. Kalau pasar seni ini selesainya dibangun di tahun 2020,” katanya.
Dia menambahkan, sesuai harapan Presiden, revitalisasi pasar diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup pedagang. Pasar ini ditargetkan mampu bersaing dengan para pemodal yang sudah lebih dulu sudah eksis di pasar oleh-oleh yang ditata lebih modern dan lebih nyaman. Syaratnya, ada kenyamanan, sumber daya manusia, profesionalitas maupun kualitas produk-produk kerajinannya tetap terjaga.
“Pasar ini nantinya tidak akan kalah dari sisi kenyamanan dan sistem manajemen yang diterapkan oleh pasar modern itu,“ kata I Made Mahayastra.
Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi pun menjadi rebutan warga yang ingin bersalaman langsung dan berswafoto. Presiden selanjutnya mengajak Ibu Negara Iriana Joko Widodo untuk berbelanja buah salak dan semangka. Dari pasar itu, Jokowi menuju Kabupaten Bangli untuk penyerahan sertifikat tanah rakyat.
Editor: Maria Christina