Jelang Perayaan Galungan, Warga Buleleng Bali Kehilangan 10 Ekor Babi
Saksi yang diperiksa selain korban, ada juga anggota keluarga lain yang mengaku tak mendengar ada suara keributan saat malam hingga dini hari, yang menjadi waktu saat warga tengah terlelap tidur.
“Malingnya ini seperti sangat tahu waktu yang pas untuk beraksi. Biasanya kalau di Bali, apalagi di desa ada saja anjing yang menggonggong kalau ada bau orang asing,” ujar Sumarjaya.
Akibat kejadian ini korban merugi hingga Rp19 juta.
Sumarjaya menduga pelaku sengaja mencuri di Buleleng untuk dijual ke daerah atau kabupaten lain, agar tidak dicurigai.
“Dugaannya babi itu dijual ke wilayah lain. Kalau pelaku nekat menjual di Buleleng, biasanya warga akan curiga menjual babi dalam jumlah banyak jelang hari raya,” katanya.
Saat ini tim buru sergap (buser) Polres Buleleng tengah menyelidiki ada pelaku spesialis pencurian babi yang pernah meresahkan warga beberapa waktu lalu.
“Petugas di lapangan tengah menyelidiki ada pelaku yang memang dicurigai, karena pernah tertangkap dan mencuri babi di tempat lain. Dalam aksinya pelaku ini juga cukup profesional,” kata Sumarjaya.
Editor: Dewi Umaryati