Jelang KTT G20, Ribuan Pemangku Adat di Bali Doa Bersama untuk Perdamaian Dunia
Sebelum kegiatan, Koster menyampaikan doa bersama itu merupakan bentuk tanggung jawab dan peran masyarakat Bali untuk mendoakan kelancaran KTT G20 yang pada tahun ini dipimpin Indonesia.
“Tujuan mulia (acara doa bersama) untuk memohon restu alam semesta agar seluruh rangkaian Presidensi G20 berjalan dengan lancar, nyaman, aman, damai dan sukses. Selain itu, acara ini bertujuan mewujudkan kedamaian dan perdamaian diiringi kemajuan peradaban Indonesia dan dunia pada umumnya dengan tatanan kehidupan era baru setelah pandemi Covid-19,” kata Koster.
Dia menjelaskan, tatanan kehidupan era baru itu harus diiringi oleh semangat kebersamaan yang sejalan dengan tag line Presidensi Indonesia di G20, yaitu Recover Together, Recover Stronger.
“Tatanan kehidupan dunia era baru usai pandemi Covid-19 diiringi dengan semangat kebersamaan, yaitu pulih bersama, tumbuh bersama, hidup bersama, berkembang bersama, kuat bersama dan bermanfaat bersama. Inilah persembahan spirit mulia dan luhur dari Bali, Indonesia untuk dunia,” kata Koster.
Kegiatan doa bersama di Nusa Dua diikuti 1.200 pemangku adat dari desa adat se-Bali. Koster menyampaikan jumlah peserta yang hadir melebihi perkiraan, karena target Pemerintah Provinsi Bali selaku penyelenggara hanya 1.000 orang.