Intensitas Gempa Turun, Gunung Agung Tetap Berpotensi Erupsi
"Jika terjadi penyumbatan, maka ada dua kemungkinan yang dapat terjadi. Kalau masa tenangnya lama, maka kemungkinan akumulasi tekanannya semakin besar, erupsi memungkinkan terjadi lebih eksplosif dari erupsi kemarin," ungkap Sutopo.
Dia menjelaskan, pada erupsi 1963 lalu terdapat fase istirahat sekitar dua minggu sebelum terjadinya erupsi utama yang mencapai ketinggian sekitar 23 km.
Kemungkinan kedua, jika masa tenang atau fase istirahat sebentar, akumulasi tekanan tidak besar, maka erupsi bisa jadi sama dengan beberapa hari lalu atau lebih rendah dibanding erupsi 1963.
Sutopo mengingatkan, karena kompleksitas yang dimiliki oleh gunung api, sains vulkanologi hingga saat ini belum bisa didekati dengan metode deterministik (kepastian). Sebab, vulkanologi adalah sains yang didekati metode probabilistik (kemungkinan), dengan unsur ketidakpastian harus selalu dimasukkan.
"Artinya, meskipun saya menjelaskan beberapa kemungkinan, bisa jadi Gunung Agung punya rencananya sendiri yang tidak masuk ke kemungkinan tersebut. Karena itu, kita perlu bersabar menunggu perkembangan data sehingga kita benar-benar melihat indikasi yang lebih jelas," tutur Sutopo.
Editor: Zen Teguh