Bahkan, setelah dianiaya sedemikian rupa, korban juga masih harus disuruh mencari gunting seharga Rp88.000 yang hilang. Dia diancam, jika tidak menemukannya, akan disiram kembali dengan air mendidih.
“Malam itu korban yang menahan sakit masih mencari gunting yang hilang di gudang hingga pukul dua dini hari. Pagi harinya dia melarikan diri pukul sembilan karena takut kembali disiram ulang dengan air panas,” ucapnya.
Hingga saat ini pemeriksaan medis dan visum masih menunggu hasil. Namun beberapa bagian tubuh yang terkena luka bakar akibat penyiraman air panas meliputi punggung, tangan dan paha korban.
Diketahui, Eka Febriyanti (21) harus menerima siraman air panas berkali-kali dari majikannya hanya lantaran hilangnya sebuah gunting. Dia kemudian melarikan diri dan bersembunyi di sebuah warung. Pemilik warung yang iba memberinya uang dan kue.
Eka kemudian pergi ke rumah kenalannya dan dibawa ke Puskesmas. Saat itu perawat menyarankan agar dia membawa persoalan penganiayaan ini ke ranah hukum dengan melaporkannya.
Editor: Donald Karouw