Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Hari Ini Guncang Mamberamo Tengah Papua, Cek Kekuatan Magnitudonya!
Advertisement . Scroll to see content

Hilirisasi Komoditas Lokal Papua Tidak Boleh Picu Kerusakan Lingkungan

Sabtu, 15 April 2023 - 17:42:00 WIB
Hilirisasi Komoditas Lokal Papua Tidak Boleh Picu Kerusakan Lingkungan
Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Kemendes PDTT Eko Sri Haryanto. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

“Pengelolaan komoditas lokal Papua ini harus dari hulu ke hilir. Dari mulai menanam bibit hingga panen. Dari proses memelihara hingga menjual karena seringkali terjadi ketika masyarakat bisa memproduksi, belum tentu bisa menjual,” katanya. 

Eko mencontohkan proses hilirisasi komoditas kopi yang menjadi salah satu unggulan Papua. Sebelum ada hilirisasi, kopi dijual petani sebelum ada pengolahan lebih lanjut. Setelah ada intervensi program GEG petani mendapatkan berbagai alat penunjang pengolahan kopi seperti unit mesin pulper, gergaji pangkas, gunting pangkas dan lainnya. 

“Lalu, sebanyak 167 petani mendapat pelatihan business plan, olahan dan mutu pasca panen, penggunaan mesin pengupas dan perawatan tanaman kopi,” ucapnya. 

Proses hilirisasi komoditas lokal tersebut lanjut Eko, memberikan dampak nyata. Saat ini produk kopi Papua bisa dihargai secara layak. Petani kopi binaan GEG misalnya telah berhasil menjual 8,5 ton kopi green bean dan terhubung dengan 17 cofee shop. 

“Hilirisasi ini juga dilakukan sedemikian rupa sehingga bebas dari emisi karbondioksida terhadap lingkungan, hemat sumber daya alam dan berkeadilan sosial,” katanya. 

Diketahui, workshop nasional Program Tekad ini bertujuan untuk menyamakan persepsi guna meningkatkan sinergi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang lebih baik. Sekaligus penegasan komitmen dan peran aktif baik dari pemerintah pusat maupun daerah dalam mendorong keberhasilan Program Tekad.

Workshop ini digelar Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama International Fund For Agricultural Development (IFAD).

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut