Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Kapal Kandas di Pelabuhan Gilimanuk, Sopir Truk Terjebak Antrean Berjam-jam
Advertisement . Scroll to see content

Gelang Tridatu, Makna Filosofi dan Sejarah Penggunaan oleh Masyarakat Bali

Jumat, 21 Oktober 2022 - 04:50:00 WIB
Gelang Tridatu, Makna Filosofi dan Sejarah Penggunaan oleh Masyarakat Bali
Gelang Tridatu kerap digunakan masyarakat Bali, khususnya yang beragama Hindu. (Foto: Denpasarkota.go.id)
Advertisement . Scroll to see content

Benang Tridatu juga sebagai lambang Tri Kona, yaitu lahir, hidup, dan mati. Dengan memakai benang Tridatu, diharapkan manusia semakin mawas diri dalam perjalanan hidup yang dimulai sejak kelahiran hingga kematian. 

Sejarah Gelang Tridatu

Pada abad 14-15 masehi, Dalem Watu Renggong berkuasa sebagai raja di Bali. Dia menaklukkan Dalem Bungkut (Nusa) dan terjadi kesepakatan antara Dalem Bungkut dengan Dalem Watu Renggong. 

Kesepakatan itu berisi penyerahan kekuasaan Nusa kepada Dalem Watu Renggong. Disepakati juga, semua rencang dan ancangan Ratu Gede Macaling akan selalu melindungi umat Hindu dan masyarakat Bali yang bakti dan taat kepada leluhur. Mereka yang lalai akan dihukum oleh para rencang Ratu Gede Macaling. 

Saat itulah gelang Tridatu digunakan sebagai simbol untuk membedakan masyarakat yang taat kepada leluhur dan yang tidak taat.
 
Penggunaan gelang Tridatu kini telah menjadi identitas masyarakat Bali, khususnya yang beragama Hindu. Namun tak jarang gelang itu juga dipakai sebagai aksesoris warga non-Hindu.

Editor: Reza Yunanto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut