Duta Kabupaten Badung Tampil Memesona di Parade Busana Adat Khas Daerah se-Bali
“Terkait dengan tema, penggunaan material tenun di Bali itu bisa terus berlanjut tanpa meninggalkan ciri khas dari Bali itu sendiri. Untuk busana adat ke pura dan adat kerja prosesnya sekitar 2 bulan, dikarenakan proses menenun kain itu butuh waktu lama. Sedangkan, untuk payas agung prosesnya sampai 3 bulan karena banyak hal yang harus dipersiapkan seperti, aksesoris, bunga, wastra, dan prada,” katanya.
Penata Busana Kawya Gaya Bebadungan Ni Nyoman Budawati mengungkapkan, selendang Brahmara menjadi ciri khas di Kabupaten Badung dan menjadi pembeda antara kabupaten lainnya.
“Yang membedakan riasan Kabupaten Badung lainnya adalah terlekat dalam sebuah selendang bernama selendang Brahmara. Nah, dalam selendang Brahmara ini mencerminkan riasan Kabupaten Badung yang diambil dalam riasan khas Puri Mengwi. Selain selendang Brahmara, juga terletak pada kain kamen yang menggunakan motif bun kacang, yang menandakan kita di Kabupaten Badung memiliki Puri yang sangat terkenal dan tersohor pada masanya yaitu, Puri mengwi,” ujarnya.
Selain itu, dalam payasan khas di Kabupaten Badung, payas utama yang diberi nama Kawya yang diambil dari julukan lain dari Puri Mengwi. Ini diperuntukkan untuk laki-laki yang menggunakan udeng sebagai ciri khasnya. Dan ciri khas untuk perempuan diberi nama pusung tanduk gaya Mengwi," tutur Penata Busana Kawya Gaya Bebadungan itu.
Sedangkan, Penata MUA Kabupaten Badung I Wayan Awi Marwida merasa sangat senang diberikan kesempatan untuk berkarya dan juga mengembangkan lagi tradisi yang sudah ada, khususnya di Kabupaten Badung.