"Nah untuk sifat induknya menunjukkan bahwa kedua korban itu orang Eropa Amerika, ditambah lagi sebagian besar tubuhnya itu sudah menjadi arang dengan luka bakar derajat 4," terang Putu Alit.
Ia mengatakan, saat dilakukan pemeriksaan berdasarkan kadar gas yang ada di dalam ototnya, diketahui bahwa kedua korban masih bernafas saat terbakar. Pemeriksaan juga dilakukan pada sampel gigi kedua korban untuk diidentifikasi.
Pihaknya menyebutkan untuk data antemortem gigi dan antropometri sudah dikumpulkan pihak Forensik RSUP Sanglah. Rencananya pada hari Sabtu, (28/12) tim Labfor akan melakukan rekonsiliasi dengan penyidik dan keluarga korban.
"Menurut laporan dari kepolisian salah satu WNA bernama Christianus dalam kondisi stroke dan sempat menjalani perawatan dari Rumah Sakit di Tabanan," ucapnya.
Berdasarkan identifikasi itu, identitias dua jenazah tersebut yakni Hendrikus Johannes Deijkers (78) dan Christianus Antonius Huijbregts (78). Keduanya warga negara Belanda yang menjadi korban kebakaran di sebuah rumah yang beralamat di Desa Pupuan Sawah, Kecamatan Selemadeg, Tabanan pada Rabu (25/12/2019) kemarin.
Editor: Reza Yunanto