Curi Perhatian, Sanggar Ariwangsa Harumkan Kabupaten Badung di Ajang PKB ke-46
Komposisi 'Engkek Engkek Engkir' terinspirasi dari suara burung yang berfungsi sebagai tanda sasih kedasa dalam penanggalan Bali. 'Manuk Dewata' menggambarkan burung dengan bulu indah yang dipercaya sebagai wahana roh menuju alam swah loka dalam prosesi ngaben.
Kemudian, 'Galang Kangin' mengangkat makna waktu yang tepat untuk memulai kegiatan menurut kepercayaan Bali. Sedangkan, 'Satus Korawa' terinspirasi dari kisah Mahabharata tentang seratus saudara Kurawa.
Koordinator Sanggar Ariwangsa I Made Sujendra menjelaskan bahwa pagelaran ini lebih banyak mengangkat masalah kehidupan di masa lalu. Dengan melibatkan 23 personil dan persiapan selama tiga bulan, penampilan Sanggar Ariwangsa mampu menghadirkan pagelaran seni yang luar biasa.
“Harapan saya, melalui rekonstruksi karawitan ini, utamanya gending-gending lama yang hampir punah agar bisa tetap dilestarikan,” ujar Sujendra.
Ketua Listibiya Kuta Utara I Wayan Ardana menyatakan kebanggaannya terhadap penampilan Sanggar Ariwangsa. Dia terharu dan merasa penampilan tersebut sangat mengalunkan.