Bupati Buleleng Ungkap Tak Mudah Meyakinkan Hotel Jadi Tempat Karantina Pekerja Migran
BULELENG, iNews.id - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengaku tak mudah meyakinkan pengusaha hotel di wilayahnya untuk menjadi lokasi karantinapekerja migran. Padahal, Pemkab bersedia membayar penuh biaya penggunaan hotel selama masa karantina.
"Sebelumnya saya sudah melakukan penjajakan terhadap beberapa hotel yang berada di sekitar Kota Singaraja, namun pemilik hotel yang dihubungi itu enggan mengizinkan," katanya Bupati di Singaraja, Rabu (15/4/2020).
Akhirnya, dia meminta bantuan pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Buleleng untuk melakukan komunikasi dengan para pemilik hotel di Singaraja.
Setelah melalui pembicaraan, sejumlah pemilik hotel di Singaraja bersedia disewa dan dimanfaatkan hotelnya sebagai tempat karantina pekerja migran.
"Akhirnya sampai dengan jam 19 malam, PHRI setuju memberikan beberapa hotel untuk kami gunakan sebagai tempat karantina bagi PMI," katanya.