Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pria di Buleleng Oplos LPG Subsidi ke Tabung 12 Kg, Sehari Dapat Rp1 Juta Kini Dipenjara
Advertisement . Scroll to see content

BNPB Cek Alat Pendeteksi Longsor di Bangli, Baterai dan Sensor Sudah Tak Berfungsi

Kamis, 19 Agustus 2021 - 14:10:00 WIB
BNPB Cek Alat Pendeteksi Longsor di Bangli, Baterai dan Sensor Sudah Tak Berfungsi
BMKG monitoring alat peringatan dini tanah longsor berbasis masyarakat di Kabupaten Bangli, Bali, Rabu (18/8/2021). (ANTARA)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengecek efektivitas alat pendeteksi longsor berbasis masyarakat yang dipasang di wilayah Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Alat ini telah terpasang sejak lima tahun lalu, tepatnya di Desa Batu Dinding, Kecamatan Kintamani yang memiliki potensi tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB Mohammad Robi Amri mengatakan, saat pengecekan, tim menemukan beberapa faktor peralatan tidak berfungsi secara optimal. Hal tersebut akan dievaluasi secara bersama, yaitu BNPB dan Universitas Gadjah Mada yang mengembangkan perangkat bagian dari sistem peringatan dini tanah longsor atau landslide early warning system (LEWS).

"Tim BNPB mendapati adanya kendala baterai yang sudah habis sehingga alat sensor tidak berfungsi. Di samping itu, kendala hama semut menyebabkan malfungsi sensor tersebut," ujarnya, Kamis (19/8/2021).

Sementara kondisi alam, seperti tanah tergerus aliran sungai juga merusak ekstensometer yang terpasang di dekat bantaran sungai.

Pengecekan alat peringatan dini tanah longsor dilakukan sebagai bahan evaluasi dan masukan dalam penyusunan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI). Hal ini sehubungan dengan persiapan pada tahun 2022 mendatang, Provinsi Bali akan menjadi tuan rumah Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022. Kegiatan internasional ini akan menghadirkan perwakilan dari 162 negara anggota. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut