Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dahsyatnya Banjir Bandang di Demak, 12 Rumah Hanyut dan 400 Jiwa Terpaksa Mengungsi
Advertisement . Scroll to see content

Banjir Kiriman Rendam Ratusan Rumah di Jembrana, Jalur Denpasar Lumpuh

Minggu, 05 April 2026 - 19:06:00 WIB
Banjir Kiriman Rendam Ratusan Rumah di Jembrana, Jalur Denpasar Lumpuh
Banjir kiriman merendam sejumlah wilayah di Jembrana, Bali, hingga melum[uhkan akses jalan utama Denpasar-Gilimanuk. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JEMBRANA, iNews.idBanjir kiriman menerjang sejumlah desa di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Minggu (5/4/2026) sore. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam, aktivitas pasar lumpuh, hingga memicu kemacetan panjang di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk.

Banjir mulai merendam permukiman warga sekitar pukul 15.00 WITA dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. 

Dampak terparah terlihat di Kelurahan Tegal Cangkring. Luapan air sungai tidak hanya masuk ke rumah warga, tetapi juga menggenangi area Pasar Umum Tegal Cangkring. Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi di pasar tersebut terganggu total. 

Pasar Senggol yang biasanya ramai di area parkir depan pasar pun terdampak parah. Sejumlah pedagang terpaksa urung berjualan karena lapak mereka terendam air dan lumpur. 

"Air datang cepat sekali. Karena lokasi berjualan tergenang, kami terpaksa tidak jualan hari ini," ujar Rafi, salah seorang pedagang keripik di lokasi. 

Lurah Tegal Cangkring, I Kade Dwi Puspa Negara, mengonfirmasi ada dua lingkungan yang terdampak cukup parah, yakni Lingkungan Delod Bale Agung dan Baler Bale Agung. 

"Kami masih melakukan pendataan jumlah warga yang rumahnya terendam. Beruntung air tidak sampai masuk ke bagian dalam bangunan pasar," ujarnya. 

Selain merendam permukiman, banjir juga meluap ke badan jalan nasional Denpasar-Gilimanuk. Air yang menggenangi sisi kiri jalan dari arah Gilimanuk membuat kendaraan harus melambat, hingga menyebabkan antrean panjang dari kedua arah. 

Laju kendaraan tersendat karena para pengemudi khawatir terperosok atau mesin kendaraan mati saat menerjang genangan. Petugas di lapangan tampak berupaya mengatur lalu lintas agar kemacetan tidak semakin mengular.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut