Bali Waspadai Masuknya Produk Berisiko Mengandung Virus Flu Babi
Selain antisipasi dan kewaspadaan tersebut, Nata Kesuma menjelaskan perbedaan antara African Swine Fever (ASF) dengan flu babi di Tiongkok yang dipicu virus H1N1 tersebut. Keduanya, menurut Nata Kesuma, merupakan penyakit yang berbeda.
Nata Kesuma menuturkan, penyakit flu yang dilaporkan ilmuwan Tiongkok adalah penyakit yang disebabkan virus infulenza H1N1 jalur baru dan berpotensi menular dari hewan ke manusia (zoonosis). Sedangkan kasus penyakit pada babi yang ada di Bali diduga disebabkan virus ASF yang tidak dapat menular ke manusia.
"Kasus penyakit pada babi yang ada di Bali pada saat ini adalah suspect ASF dan bukan flu babi," katanya.
Sejak akhir tahun 2019, kasus suspect ASF dilaporkan di Bali sempat mewabah ke beberapa peternakan di Bali. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali yang menangani fungsi kesehatan hewan terus memantau perkembangan kasus suspect ASF.
"Hasilnya kasus suspect ASF pada babi sudah mengalami penurunan. Selain itu berdasarkan data yang ada, tidak pernah ada laporan kejadian suspect ASF pada manusia . Itu artinya penyakit suspect ASF tidak menular pada manusia," ujarnya.
Pemerintah, lanjut Nata Kesuma secara konsisten terus melakukan pengendalian dan mensosialisasikan tentang suspect ASF kepada masyarakat melalui edaran dan juga sosialisasi secara langsung serta simulasi.
Editor: Nani Suherni