Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pilu! 5 Korban Tewas Ledakan Bom PD II di Biak Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat
Advertisement . Scroll to see content

Atasi Konflik di Papua, Ketum GP Ansor: Jangan Lagi Pendekatan Infrastruktur

Jumat, 23 Agustus 2019 - 14:14:00 WIB
Atasi Konflik di Papua, Ketum GP Ansor: Jangan Lagi Pendekatan Infrastruktur
Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Dok. iNews.id
Advertisement . Scroll to see content

Dia lalu mencontohkan pendekatan yang dilakukan Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Kala itu, Gus Dur setuju dengan perubahan nama Irian Jaya menjadi Papua.

Gus Dur juga mengizinkan pengibaran bendera bintang kejora saat ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM). Hanya, bendera bintang kejora yang dikibarkan tidak boleh lebih tinggi dari bendera merah putih.

Menurut Gus Yaqut, bendera bintang kejora yang dipahami dalam perspektif Gus Dur hanya simbol kultural, bukan negara. "Kata Gus Dur waktu itu, bendera OPM, ya sama dengan bendera PSSI lah," ujarnya.

Gus Yaqut pun menyarankan Presiden Jokowi segera datang ke Papua. "Masyarakat Papua itu ramah dan merasa nyaman berada dalam pangkuan NKRI. Yang ingin merdeka itu hanya OPM," katanya.

Di sisi lain dia meminta seluruh masyarakat ikut membantu menjaga kondusivitas suasana. Kepada seluruh kader Ansor dan Banser dia juga menginstruksikan untuk selalu menghormati keberagaman.

"Kita tidak ingin apa yg terjadi di Papua terjadi di tempat lain. Jangan terpancing, jangan terprovokasi. Sebab itu kita harus saling menghargai dan menghormarti terhadap sesama, mulai dari keyakinan, agama, budaya, adat istiadat, suku, maupun ras. Kita itu satu, Indonesia. Semua boleh tinggal di mana saja, tapi hormati budaya dan keyakinan di mana kita tinggal. Itulah esensi dari peribahasa 'Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'. Ini harus kita pegang teguh," kata Gus Yaqut.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut