Angkat Kisah Kepahlawanan, Janger Sabha Yowana Giri Usadi Memukau Penonton PKB ke-46
Ternyata dalam perjalanan kembali ke Puri Petang, Pak Ayu di hadang dan diserang oleh Tentara NICA. Pertempuran pun tidak bisa dihindari. Pak Ayu dengan tangan kosong diserang oleh Tentara NICA yang membawa senjata api. Namun keadaan tersebut tidak mematahkan dan menggoyahkan jiwa patriotisme Pak Ayu. Dengan gagah, dia berdiri tegak seolah sebagai tameng dari pasukannya.
Tentara NICA tanpa ragu menembak Pak Ayu dan pasukannya. Namun yang terjadi adalah senjata Tentara NICA tidak mampu mengeluarkan pelurunya, justru dari dada Pak Ayu muncul percikan api sehingga Tentara NICA kalang kabut lari ketakutan.
'Jana Sureng Geni' menggambarkan kehebatan seorang yang mampu memusatkan pikirannya atau "Suleng ring pikayun" sehingga kobaran semangat pertahanan beliau tergambarkan oleh api yang muncul di dada Pak Ayu.
Usai pementasan, para seniman Sekaa Janger Sabha Yowana Giri Usadi menyampaikan tema pementasan dan harapan ke depan. Salah satunya, I Gusti Ayu Agung Arya Prabawati Subamia menuturkan, mendapat kehormatan ditunjuk sebagai Duta Kabupaten Badung, yang pada garapan ini membawa lakon berjudul Jane Sureng Geni.
Kisah ini menceritakan tentang tokoh perjuangan yang berasal dari Puri Agung Petang bernama I Gusti Ngurah Puger, yang dengan sebutan perjuangannya terdahulu adalah Ayu Werdi atau lebih sering dikenal dengan Pak Ayu.