Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pilu! Begini Pengakuan Gadis Indramayu Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan di China
Advertisement . Scroll to see content

16 Toko China Rusak Citra Wisata Bali, Gubernur Instruksikan Ditutup

Jumat, 16 November 2018 - 18:18:00 WIB
16 Toko China Rusak Citra Wisata Bali, Gubernur Instruksikan Ditutup
Gubernur Bali Wayan Koster memberi keterangan usai rapat tertutup dengan stakeholder pariwisata di Denpasar, Bali. (Foto: iNews/Bona Jaya)
Advertisement . Scroll to see content

Wayan Koster yang juga mantan anggota DPR ini mengaku tidak takut penutupan toko-toko China itu akan berdampak pada penurunan kunjungan turis China ke Bali. Menurut dia, wisatawan yang akan datang ke Bali akan terseleksi dengan sendirinya.

“Yang cinta Bali kan banyak. Kita berharap yang datang ke Bali ini orang-orang yang memang tertib, menjaga citra pariwisata, menghormati kearifan lokal di Bali, tradisi dan budaya Bali, dan memang betul-betul punya komitmen bersama-sama memajukan Bali. Ini juga sesuai peraturan daerah untuk peningkatan kualitas pelayanan dan penyelenggaran kepariwisataan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan, wisatawan China memang masih memberi kontribusi besar bagi pariwisata Bali. Saat promosi ke Beijing dan Shanghai, China, dirinya juga sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk mendatangkan 2 juta turis China.

“Tapi yang kita sasar adalah middle up, turis yang betul-betul punya duit, yang berkelas,” ujarnya. 

Karena itu, PHRI mendukung langkah tegas gubernur untuk menutup toko-toko China yang melakukan praktik ilegal. Keberadaan toko-toko itu telah merusak pasar pariwisata di Bali. Pasalnya, ada yang menawarkan paket wisata di Bali hanya dengan Rp600.000. Transaksi pembayaran juga menggunakan weChat langsung dari China sehingga tidak mendatangkan pendapatan bagi Bali.

“Yang kita jaga kan image Bali yang dirusak karena harganya sangat murah, jadi hanya Rp600.000 ke Bali itu kan mana ada, don’t sell Bali so cheap. Jadi jangan sampai Bali jadi destinasi murahan. Jadi, instruksi gubernur ini kami dukung betul-betul sebagai stakeholder pariwisata,” kata I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut