Tragedi Sriwijaya Air, 5 Orang Sekeluarga asal Pangkalpinang Sempat Kirim Foto di Bandara
"Di sana kan dia bekerja sering ke hutan, jadi ngajak ibunya untuk memanin istrinya di rumah. Sepupunya si Nabila juga ikut karena dari kecil sudah tinggal sama ibunya Rizki, setelah orang tunya meninggal. Rencananya Nabila yang masih kelas 1 SMP akan disekolahkan di Kalimantan," kata Rapin.
Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu kepastian dari pihak berwenang, terkait nasib anggota keluarganya itu. Untuk itu Rapin bersama anggota keluarga lainnya, pergi ke posko pesawat jatuh Sriwijaya Air, di Jakarta sembari membawa data antimortem para korban.
"Rizki belum meninggal. Walaupun meninggal apapun itu, tetap kita bawa kesini," katanya.
Rapin menuturkan, Rizki sejak kecil sudah ditinggal sang ayah yang pisah dengan ibunya. Ia pun tumbuh besar bersama ibunya hingga bisa mengenyam pendidikan sarjana.
"Rizki itu bukan hanya ponakan tapi sudah saya anggap adik kandung saya sendiri. Karena dari kecil tidak bisa merasakan kasih sayang seorang bapak. Dari kecil orangtuanya pisah, jadi dari SD hingga kuliah semester 3, kami patungan untuk biaya sekolahnya," ujar Rapin.