Tolak KIP, Nelayan Belo Laut Datangi Kantor Desa
Senin, 28 Desember 2020 - 19:08:00 WIB
"Biasanya pada bulan Desember, sekali saja kami menebar jala bisa mendapatkan ratusan kilogram ikan per hari. Kini sejak adanya KIP di daerah sini, dua kilogram saja susah," ujarnya.
Selain itu, kata dia, beroperasinya KIP ini memberikan dampak negatif pada perairan Belo Laut, dan merusak alat tangkap nelayan.
"Lumpur akibat pengerukan timah laut ini menganggu ekosistem ikan. Alat tangkap ikan kami saja rusak akibat terhisap lumpur. Jadi kami berharap kepada pemerintah setempat untuk menghentikan operasi KIP," katanya.
Sebelumnya ada mediasi yang dilakukan oleh perwakilan nelayan, PT Timah dan DPRD Kabupaten Bangka Barat, namun belum ada titik temu.
Editor: Ikhsan Firmansyah