Selama 3 Bulan, Angka DBD di Bangka Capai 132 Kasus
“Sampai jarak tiga rumah dari titik rumah pasien DBD," tuturnya.
Guna mencegah penyebaran penyakit DBD, kata dia, masyarakat harus benar-benar memastikan kondisi lingkungan terjaga kebersihannya. Di antaranya dengan menguras bak mandi seminggu sekali, membersihkan tampungan air, memasang kelambu, menimbun barang bekas dan penyebaran abate.
"Saya ingatkan masyarakat untuk memastikan lingkungan rumahnya tidak ada gendangan air yang dapat menjadi media berkembang biaknya jentik nyamuk Aedes Aegypti," ujarnya.
Boy mengatakan masyarakat harus aktif terlibat dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing. Sebab, cara ini lebih efektif untuk menekan wabah DBD dibandingkan dengan melakukan penyemprotan (fogging).
"Fogging hanya mampu membunuh nyamuk dewasa, tetapi tidak bisa membasmi jentik-jentiknya," ucapnya.
Perlu diketahui masyarakat, indikasi nyamuk yang dapat menyebabkan DBD yakni nyamuk beruas hitam putih. Biasanya nyamuk tersebut mencari makan pukul 06.00 WIB sampai 08.00 WIB dan pukul 15.00 WIB sampai 19.00 WIB.
"Kami bersinergi dengan dinas kesehatan daerah menyosialisasikan pemberantasan sarang nyamuk, dengan mengajak masyarakat meningkatkan kebersihan lingkungan serta membagikan serbuk abate secara gratis," katanya.
Editor: Ikhsan Firmansyah