Protes Tambang Apung, Ratusan Nelayan Demo Kantor PT Timah
PANGKALPINANG, iNews.id - Ratusan nelayan Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), berunjuk rasa di depan kantor Pusat PT Timah Tbk, di Kota Pangkalpinang, Selasa (6/7/2020). Massa menuntut PT Timah mencabut izin tambang timah yang mereka keluarkan di Laut Sukadamai Toboali, Bangka Selatan, lantaran dinilai mengganggu aktivitas nelayan setempat.
"Kami meminta seluruh aktivitas pertambangan di laut Toboali dan sekitarnya distop secara keseluruhan dan untuk selamanya. Sebab, kami nantinya tidak bisa mencari ikan karena pertambangan itu," ucap koordinator aksi, Joni Zuhri.
Menurutnya, ada lebih dari 400 tambang laut Sukadamai Toboali, namun hanya sebagian yang memiliki izin dari perusahaan BUMN PT Timah.
"PT Timah yang memiliki kewenangan soal perizinan, makanya kami menggelar aksi di sini terkait dengan penerbitan ataupun pencabutan izin. Perbandingan antara yang legal dan ilegal jauh sekali hampir 10 kali lipat, PT Timah sebelumnya sudah komitmen taat aturan," ujarnya.
Ia berharap konflik pertambangan tersebut tidak mempengaruhi situasi politik di Bangka Selatan yang tengah menggelar pilkada.