PON Papua, Atlet yang Sempat Jadi Kuli Pikul Ini Siap Sumbang Emas untuk Babel
“Semenjak duduk di bangku SMA ayah telah meninggal dunia, sehingga saya bersama ibu dan tiga saudara harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari,” ucapnya.
Diki yang baru masuk senior lari halang rintang 3.000 meter ini mengaku sedih karena selama pandemi Covid-19 ini tidak bisa memberikan yang terbaik untuk membantu ekonomi keluarga. Apalagi pada 2020 hingga awal 2021 Program KONI Provinsi Kepulauan Babel TC PON 2021 Papua bagi atlet dan pelatih ditunda.
"Selama pandemi Covid-19 ini, saya terpaksa harus menjadi kuli pikul di pasar karena tidak adanya kejuaraan lari nasional. Sebelum pandemi, alhamdulillah dengan mengikuti lomba dan meraih juara serta bonus, saya dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga," tuturnya.
Diki dengan penuh semangat dan optimistis dapat memberikan yang terbaik di PON XX Papua ini. Ia menargetkan dapat meraih medali emas dan dapat mengharumkan Provinsi Kepulauan Babel di tingkat nasional.
"Dengan restu dan doa orang tua, saya optimistis meraih medali emas di PON nanti," ujarnya.
Ketua KONI Provinsi Babel, Elfandi optimistis cabang atletik dapat meraih medali emas dalam ajang PON XX Papua.
"Atletik dan panjat tebing kita paling unggul. Sebab, para atletnya memiliki bakat-bakat alam yang sangat baik," katanya.
Editor: Ikhsan Firmansyah