Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Oknum ASN Bakar Kantor Dishub Babel jadi Tersangka, Terancam Dipecat!
Advertisement . Scroll to see content

Pakaian Tradisional Jeluteh, Kreasi Unik dari Kulit Akar Kayu Khas Dusun Peraceh Bangka Barat

Senin, 26 September 2022 - 12:09:00 WIB
Pakaian Tradisional Jeluteh, Kreasi Unik dari Kulit Akar Kayu Khas Dusun Peraceh Bangka Barat
Dua orang pria mengenakan pakaian tradisional Jeluteh seperti topi dan rompi. (Foto: iNews.id/Rizki Ramadhani)
Advertisement . Scroll to see content

Salah satu pengrajin pakaian tradisional Jeluteh, Atok Senai (65) mengatakan dirinya telah menekuni pembuatan kreasi Jeluteh ini sejak tahun 1995.

"Kami meneruskan budaya. Sebab sebelum ada pemerintahan, nenek moyang kami sudah pakai kulit kayu Jeluteh untuk pakaian. Saya sendiri sudah 17 tahun menekuni ini, di samping pekerjaan sehari-hari di kebun karet," kata Atok Senai, Minggu (25/9/2022). 

Menurut dia, untuk menyelesaikan pembuatan kerajinan Jeluteh ini dirinya membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu. 

"Mulai dari pengambilan akar kayu di hutan di sekitar desa ini, terus menjemur sampai proses pembuatan baju dan lain-lain butuh waktu sekitar satu minggu," ucapnya. 

Aneka kreasi kulit kayu Jeluteh karya Atok Senai. (Foto: iNews.id/Rizki Ramadhani)
Aneka kreasi kulit kayu Jeluteh karya Atok Senai. (Foto: iNews.id/Rizki Ramadhani)

Hasil kerajinan tangan Atok Senai tersebut dibanderol dengan harga Rp300.000 per paketnya dan hasil kerajinannya itu pernah dijual ke Jakarta. 

"Biasa dijual per paket yang terdiri atas baju, topi dan tas selempang seharga Rp300.000. Kebanyakan kalau membuat itu hanya berdasarkan pemesanan saja. Pernah dijual ke luar Pulau Bangka, terjual saat ada pameran di Jakarta," tuturnya. 

Editor: Ikhsan Firmansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut