Merawat Tradisi, Pramuka Kwarcab Bangka Selatan Nyolo di Hutan Mangrove
Ia menuturkan, kegiatan sengaja dilakukan di lokasi wisata tersebut dengan tujuan Gerakan Pramuka bisa membantu dan mengabdikan diri kepada masyarakat dalam hal yang positif.
"Salah satunya di sini kami bersama Pokdarwis Desa Tukak, kembali membangkitkan tradisi nyolo yang hampir ditinggalkan oleh masyarkat. Sehingga kegiatan Nyolo ini bisa menjadi suatu objek wisata yang bisa dikembangkan," ujarnya.
Nyolo merupakan kegiatan menangkap habitat laut seperti kepiting, udang maupun ikan saat laut surut di malam hari. Kegiatan Nyolo biasa dilaksanakan pada musim barat yakni kisaran bulan Juni hingga Oktober.
Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan alat-alat tangkap tradisional berupa obor/penerang dan serampang (tombak). Biasanya setiap musim ini tiba, masyarakat yang datang ke Desa Tukak untuk melakukan Nyolo.
Dahulu saat musim angin barat, tradisi Nyolo di Desa Tukak banyak diikuti oleh masyarkat termasuk dari luar Desa Tukak. Bahkan biasanya sampai ratusan masyarakat yang datang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam Pelantikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Dewan Kehormatan (DK) dan Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwartir Cabang Bangka Selatan periode 2021-2026.
Editor: Ikhsan Firmansyah