Memprihatinkan, Sekeluarga Tinggal di Gubuk Reyot yang Sudah Roboh 3 Kali
Rumah keluarga ini memang berdampingan langsung dengan aliran sungai. Bahkan rumah itu sudah tiga kali roboh. Untuk memperbaikinya Mukmin mengaku tidak punya uang, apalagi kondisi seperti saat ini dengan penghasilan tak menentu.
"Dana untuk memperbaikinya itu gak ada, maklum lah keadaan nelayan. Kadang - kadang kalau nasib bagus ada lebih untuk makan dan nyekolahkan anak," ujarnya.
Tempat tinggal keluarga ini jauh dari layak. Bagian dapur beratapkan langit dengan dinding papan puing dari reruntuhan sedikit menempel dan lantai papan yang separuh keropos.
Di bagian tengah bangunan, sebagian atap masih mampu menahan dari terik matahari maupun hujan. Namun itu pun tak sepenuhnya, karena di beberapa sudut masih terlihat bolong.
Kendati demikian Mukmin bersama keluarganya tak punya pilihan. Mereka terpaksa tetap tinggal di sana tanpa mengeluh, meskipun tidak tersentuh bantuan dari pemerintah setempat.