Kisah Jenderal Kopassus Bertaruh Nyawa Duel dengan Pimpinan Pemberontak di Hutan
JAKARTA, iNews.id – Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kerap bertaruh nyawa dalam menyelesaikan penugasan di medan yang berat. Berduel dengan pemberontak di pedalaman hutan pernah dilakukan seorang prajurit Kopassus Jenderal TNI Purnawirawan AM Hendropriyono.
Kisah itu diceritakan dia dalam buku "Operasi Sandi Yudha". Saat itu, dia yang masih berpangkat kapten mendapat penugasan di belantara hutan di Kalimantan Utara. Misinya untuk menangkap pimpinan pasukan Barisan Rakyat (Bara) Sukirjan alias Siauw Ah San.
Misi penangkapan itu disebut operasi pembersihan Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS)/Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) pada 1973 silam.
Saat itu, Hendropriyono yang berhasil menjangkau persembunyian pimpinan pemberontak tersebut, harus berduel maut dengan Siauw Ah San yang menolak untuk ditangkap.

Hendropriyono kemudian memberikan komando untuk menyerbu mendobrak jendela. Sedangkan Abdullah alias Pelda Ahmad Kongsenlani yang lari lebih cepat dan mendahuluinya mendobrak pintu.