Kapal Hantu Masuk Hutan Bakau Usai Dikejar Ditpolairud Polda Babel Berhasil Dievakuasi
Ia menyebutkan, personel yang dilibatkan dalam giat itu berjumlah 31 orang.
"Personel yang terlibat dari Ditpolairud 15 personel, Gegana Satbrimobda enam orang personel dan Kapal Mabes 10 orang personel," ucapnya.
Sebelumnya, kapal hantu yang diduga membawa barang illegal tersebut, nekat menerobos masuk hutan bakau di Kawasan Tanjung Jati, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, pada Sabtu (5/6/2021) lalu.
Aksi nekat itu, terjadi setelah kapal dengan lima mesin yang masing-masing berkapasitas 200 PK ini, terlibat aksi kejar-kejaran dengan helikopter yang diawaki personel Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Babel.
Sebelumnya, kapal hantu yang diduga dibawa empat orang itu terpantau tim patroli melaju kencang dari perairan Bangka Barat hingga ke perairan Pulau Nangka Bangka Tengah.
Sempat diberi peringatan berkali - kali agar berhenti, namun tidak dihiraukan. Dari atas helikopter polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan yang juga tak diindahkan. Hingga akhirnya kapal hantu memasuki perbatasan Pulau Bangka dan Sumatera lalu masuk hutan bakau.
Saat ini Anak Buah Kapal (ABK) kapal hantu tersebut masih diburu polisi, termasuk benda yang sempat dibuang para ABK ke laut masih belum ditemukan.
Editor: Ikhsan Firmansyah