Misteri Suku Mante di Aceh, Suku Manusia Kerdil dan Asal Usulnya
Nama Mante diperkenalkan pertama kali oleh Snouck Hurgronje dalam bukunya, De Atjehers. Suku Mante berarti tingkah kebodoh-bodohan atau kekanak-kanakan. Snouck juga menyebutkan suku Mante menetap di perbukitan Mukim XXII.
Konon, dikisahkan sepasang orang suku Mante ditangkap dan dibawa ke hadapan Sultan Aceh. Namun, mereka menolak untuk bicara. Makan dan minum yang diberikan pun juga ditolak.
Akhirnya, kedua orang Mante itu mati. Sejak saat itu, Sultan Aceh melarang siapa pun yang bertemu dengan suku Mante membawanya ke luar hutan.
Suku Mante hidup secara nomaden (berpindah-pindah) di rimba hingga sulit ditemukan untuk diteliti. Kebanyakan dari mereka memilih goa atau celah gunung sebagai tempat tinggal. Mereka juga menyukai tanah-tanah becek.
Suku ini tidak ingin bersentuhan dengan dunia luar sehingga menghindari orang asing yang ditemui dalam hutan. Mereka berkomunikasi menggunakan bahasa yang hanya diketahui oleh sesama orang Mante.