Rumah Adat Aceh Krong Bade, Struktur Panggung Sarat Nilai Religius
Di dalam Rumah Krong Bade selalu ada beberapa motif hiasan yang dipakai antara lain, motif atau ukiran-ukiran keagamaan yang diambil dari ayat-ayat Al-Quran.
Motif Flora seperti tumbuh-tumbuhan baik berbentuk daun, akar, batang, ataupun bunga-bungaan. Ragam hias ini biasanya terdapat pada rinyeuen (tangga), dinding, tulak angen, kindang, balok pada bagian kap dan jendela rumah.
Motif fauna, biasanya digunakan binatang-binatang yang sering dilihat dan disukai. Sementara motif alam digunakan oleh masyarakat Aceh di antaranya, langit dan awannya, langit dan bulan serta bintang dan laut. Motif lainnya, seperti rantee, lidah dan lain sebagainya.
Secara filosofi, rumah Krong Bade bukan sekadar tempat untuk berteduh, namun rumah adat Aceh merupakan bentuk dari keyakinan terhadap Tuhan YME dan adaptasi terhadap alam.
Melalui rumah adat Aceh ini, dapat dilihat budaya, pola hidup dan nilai-nilai yang diyakini oleh masyarakat Aceh dari masa ke masa. Adat dari rumah adat Aceh ini sudah ada semenjak Raja Sultan Iskandar Muda berkuasa.
Penggunaan bahan materi bangunan yang diambil dari alam memliki makna, masyarakat Aceh mempunyai kehidupan yang dekat dengan alam. Pembuatan rumah Krong Bade tidak menggunakan paku. Hanya menggunakan tali untuk mengikat satu bahan bangunan dengan bahan bangunan yang lain.
Editor: Kurnia Illahi