Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran di Pertamina Losarang Indramayu, Asap Pekat Membubung Tinggi
Advertisement . Scroll to see content

Polres Aceh Timur Periksa Kebocoran Minyak di Selat Malaka

Jumat, 03 September 2021 - 10:05:00 WIB
Polres Aceh Timur Periksa Kebocoran Minyak di Selat Malaka
Sebuah kapal berada di dekat gelembung minyak di perairan laut Langsa, di Langsa, Aceh, Selasa (21/8/2021). Foto: Antara/HO
Advertisement . Scroll to see content

BANDA ACEH, iNews.id - Polres Aceh Timur mengecek laporan tumpahan minyak yang bocor dari sumur PT Pertamina di perairan Selat Malaka, lepas pantai Kuala Idi, Aceh Timur.  Pemeriksaan polisi dilakukan untuk memastikan tumpahan minyak tidak sampai ke darat.

Kepala Satuan Polisi Air Polres Aceh Timur, Iptu Zainurrusydi mengatakan, pemeriksaan dilakukan menindaklanjuti laporan warga. Kebocoran sumur minyak tersebut telah terjadi sejak 8 Agustus lalu di sekitar 28 sampai 30 mil laut dari pintu masuk Kuala Idi.

"Setelah mengecek, belum terlihat ada tumpahan minyak menyebar ke wilayah pantai," kata Iptu Zainurrusydi, Kamis (2/9/2021).

Zainurrusydi melanjutkan, Pertamina sudah menangani kebocoran itu. Namun jajarannya tidak dilibatkan dalam penanganannya, polisi hanya sebatas melaksanakan patroli wilayah.

Senior Manager Relations Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera, Yudy Nugraha mengatakan, gelembung gas dengan sebaran oil sheen atau lapisan tipis minyak di permukaan laut terdapt di perairan Selat Malaka lepas Pantai Kuala Idi. Tim Penanganan Keadaan Darurat (PKD) Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu telah melakukan upaya penanganan.

"Indikasi gelembung gas ditemukan berasal dari sumur H-4 Langsa Offshore yang berlokasi sekitar 30 mil laut dari pantai Kecamatan Kuala Idi. Sumur tersebut dulu dikelola oleh Technical Assistance Contract Blue Sky dan telah ditutup sejak November 2017," kata Yudy Nugraha.

PEP Pangkalan Susu sampai saat ini telah mengerahkan 13 kapal untuk membersihkan lapisan tipis minyak dengan menggunakan oil boom atau alat untuk melokalisir sebaran film minyak di air. Dikerahkan pula oil skimmer atau alat untuk memisahkan minyak di air.

"Hingga hari ini lapisan tipis minyak tidak mengarah ke daratan dan sudah berhasil dilokalisir. Kami juga terus berkoordinasi dengan para pihak terkait menangani masalah ini," kata Yudy Nugraha.

Editor: Erwin C Sihombing

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut