Perjuangan Siswa di 4 Pidie Jaya, Menembus Lumpur Tebal Pascabanjir Demi Sekolah
“Setiap hari melewati banjir,” ujar Noval, salah satu siswa MIN 4 Pidie Jaya, Kamis (15/1/2026).
Tak hanya siswa, para orang tua yang mengantar anak-anak mereka ke sekolah juga merasakan dampaknya. Sejumlah pengendara sepeda motor dilaporkan sempat mogok saat melintasi genangan air, terutama pada jam-jam sibuk di pagi hari.
Warga setempat menilai kondisi ini sangat mengganggu aktivitas pendidikan dan membahayakan keselamatan anak-anak. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan, khususnya pada sistem drainase di sepanjang jalan tersebut.
“Saluran air tersumbat lumpur sehingga cepat banjir,” kata Adnan AR, warga setempat.
Warga juga mengkhawatirkan kondisi akan semakin parah saat hujan turun. Ketinggian air diperkirakan bisa meningkat dan memperburuk kondisi jalan, sehingga aktivitas pendidikan anak-anak semakin terhambat.
Hingga kini, perjuangan siswa MIN 4 Pidie Jaya menembus lumpur pasca banjir bandang masih menjadi potret nyata dampak bencana yang belum sepenuhnya tertangani di wilayah tersebut.
Editor: Donald Karouw