Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Soroti Kasus Gus Yaqut, Mahfud MD: Pimpinan KPK Tak Berwenang Tetapkan Tersangka
Advertisement . Scroll to see content

Kirab Satu Negeri Zona Sabang Diberangkatkan dari Titik Nol Kilometer

Minggu, 16 September 2018 - 17:36:00 WIB
Kirab Satu Negeri Zona Sabang Diberangkatkan dari Titik Nol Kilometer
Tim Kirab Satu Negeri GP Ansor dilepas dari Titik Nol Kilometer, Sabang, Aceh. (Foto: KORAN SINDO/Abdul Hakim)
Advertisement . Scroll to see content

Nantinya, semua bendera dari lima zona akan disatukan di Kota Yogyakarta, sekaligus tempat puncak acara pada 26 Oktober mendatang. Direncanakan, Presiden Joko Widodo akan hadir dan menyatukan semua bendera dari lima zona tersebut.

Menurut Abdul Kharis, mengutip amanat Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, kirab bertajuk "Bela Agama Bangsa Negeri" ini merupakan ikhtiar GP Ansor dalam upaya mengingatkan kepada seluruh warga bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

"Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 harus tetap kokoh jadi pengikat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agama juga harus dijadikan rahmah, atau sumber kasih sayang dan perdamaian, sebagaimana telah dipraktikkan berabad-abad oleh nenek moyang bangsa Indonesia," kata Abdul Kharis.

Ketum GP Ansor, sebut Abdul Kharis, yakin rakyat Indonesia akan setuju dan mendukung tujuan-tujuan mulia ini. Karena, meskipun berbeda-beda suku, etnis, agama, bahasa, budaya, selera dan seterusnya, namun hakikatnya mempunyai lebih banyak kesamaan.

"Kita ini sama menghirup udara dari kolong langit Indonesia. Sama minum dari air bumi pertiwi; sama lahir, tumbuh dan mati di tanah nusantara; sama ingin membela agama, bangsa dan negeri dalam satu tarikan napas. Kita ini sama Indonesia," tandas Abdul Kharis mengutip amanat Gus Yaqut.

Abdul Kharis mengajak seluruh elemen bangsa untuk semakin menghargai kemajemukan dan keberagaman bangsa Indonesia. “Berbagai keragaman seperti suku, adat, agama, dan bahasa adalah kekayaan yang sangat tak ternilai harga. Untuk itu mari saling menghargai kemajemukan dan keberagaman bangsa Indonesia ini,” ujarnya.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut