Keunikan Tari Zapin, Tarian Perpaduan Arab dan Melayu
Awalnya, pada tahun 1919, tarian ini hanya dilakukan secara khusus untuk masyarakat di lingkungan istana. Saat itu, pada masa Kesultanan Yaman di Timur Tengah.
Seiring berjalannya waktu, pedagang rempah dari Arab yang kemudian masuk ke Riau dan Sumatera. Di sini, tari zapin digunakan masyarakat untuk dan media dakwah.
Hal ini tergambar dari syair-syair lirik yang dinyanyikan pada saat pertunjukan tari zapin.
Sementara itu, gerakan tari zapin disebut mengambil dari kegiatan sehari-hari yang dilakukan manusia. Gerakan tarian ini juga dilakukan berulang-ulang, berirama serta terlihat sederhana namun bermakna.
Gerakan tarinya yakni gerak tahtor satu, gerak tahto dua, gerak tahto tiga, gerak bebas, gerak shut, gerak siku keluang, gerak titik batang.
Para penari zapin biasanya dirias. Mereka juga megenakan kostum dengan warna cerah. Mulai merah,kuning, hijau serta biru. Kostum ini bermodel islami dan tertutup. Oleh sebab itu, nilai kesopanan turut ditampilkan dalam setiap pertunjukan tarian zapin.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto