Kerajaan Aceh: Sejarah, Masa Kejayaan, Masa Keruntuhan
Pada masa ini juga pengaruh agama dan kebudayaan Islam begitu besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh, sehingga daerah ini mendapat julukan ‘Seuramo Mekkah’ atau Serambi Mekkah.
Sultan Iskandar Muda juga terbilang sukses dalam memperluas wilayah kekuasaan termasuk Semenanjung Malaya yaitu Johor, Perak, Melaka, Kedah, Patani, sampai sebagian besar Sumatera. Hal ini menjadikan wilayah Kerajaan Aceh Sangat luas di bawah pemerintahannya.
Kerajaan Aceh mulai mengalami kemunduran setelah Sultan Iskandar Muda wafat pada 1636.
Keruntuhan Kerajaan Aceh ini terutama dipengaruhi adanya perebutan kekuasaan. Sepeninggal Sultan Iskandar Muda, Kerajaan Aceh dipimpin oleh Sultan Iskandar Thani.
Faktor lain yang menyebabkan keruntuhan Kerajaan Aceh adalah semakin menguatnya kekuasaan Belanda di Sumatera dan Selat Malaka.
Pada masa pemerintahan raja terakhir Kerajaan Aceh, Belanda terus melancarkan perang terhadap Aceh.
Belanda menyatakan perang terhadap Kerajaan Aceh pada 26 Maret 1873 setelah berbagai upaya ancaman diplomatik yang dilancarkannya gagal membuatnya menguasai Aceh.
Perang tersebut belangsung selama 40 tahun dan mengakibatkan berakhirnya Kesultanan Aceh.
Editor: Komaruddin Bagja