Inilah 5 Senjata Tradisional Aceh yang Paling Melegenda, Tak Hanya Rencong
Rencong diketahui mulai dipakai pada masa pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah di kerajaan Aceh (1514-1528).
Dikutip dari laman Pemprov Aceh, pada masa perjuangan masyarakat Aceh melawan Portugis dan Belanda, rencong disebut-sebut senjata yang mematikan di samping pedang dan bedil yang digunakan di medan perang.
Tak hanya sebagai senjata untuk melawan musuh, Rencong juga memiliki sejumlah fungsi lainnya. Diantaranya adalah sebagai perhiasan pakaian yang diselipkan di pinggang, sebagai perkakas, hingga sebagai alat kesenian.
Dalam sejarah masyarakat Aceh, setidaknya dikenal lima jenis rencong, yaitu:
Rencong Meupucok
Rencong Meupucok memiliki panjang sekitar 30 cm serta memiliki pucuk di atas gagangnya yang terbuat dari gading atau emas. Bilah rencong jenis ini terbuat dari besi putih serta sarungnya dari gading yang diberi ikatan emas. Kemudian pada bagian pangkal gagangnya dihiasi dengan emas bermotif tumpal (pucuk rebung) dan diberi permata ditampuk gagang.
Rencong Meupucok ini biasa dipakai saat upacara-upacara adat atau kesenian.
Rencong Meucugek
Dinamakan Rencong Meucugek karena pada gagang rencong jenis ini terdapat suatu penahan dan perekat yang dalam istilah Aceh disebut cugek atau meucugek.
Rencong Meukuree
Perbedaan Rencong Meukuree dengan jenis rencong lainnya adalah pada mata rencong. Pada mata Rencong Meukuree ini diberi hiasan tertentu, seperti gambar bunga, ular, dan lain sebagainya.