Doa Sebelum dan Sesudah Membaca Al Quran Beserta Adabnya
للّهُمَّ ارْحَمْنِى، بِالْقُرْآنِ وَجْعَلْهُ لِىْ اِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًا وَرَحْمَةً،
اللّهُمَّ ذَكِّرْنِيْ مِنْهُ مَا نَسِيْتُ، وَعَلِّمْنِىْ مِنْهُ مَا جَهِلْتُ،
وَارْزُقْنِىْ تِلَا وَتَهُ آنآءَاللَّيْلِ وَاَطْرَافَاَلنَّهارٍ،
وَجْعَلْهُ لِىْ حُجَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ
"Allaahummarhamnii bilqur’an waj’alhulii imaamaawwanuuron wahudan warohmah, Allohumma dzakkirna minhumaa nasiitu wa’allimnii minhumaa jahiltu, warzuqnii tilaa watahu aanaa allaili waathro fannahaar Waj’alhulii hujjatan yaa Robbal ‘aalamiin.
Artinya: "Ya Allah, rohmatilah aku dengan Al-Qur’an yang agung, jadikanlah ia bagiku cahaya petunjuk rahmat. Ya Allah, ingatkanlah apa yang telah aku lupa ajarkan kepadaku apa yang tidak aku ketahui darinya, anugerahkanlah kepadaku kesempatan membacanya pada sebagian malam dan siang, jadikanlah ia hujjah yang kuat bagiku, wahai Tuhan seru sekalian alam."
Saat membaca Al Quran, seorang Muslim dianjurkan untuk selalu dalam kondisi suci. Meski demikian, tetap diperbolehkan jika membaca dalam keadaan terkena najis.
Imam Haramain pernah menyebut, "Orang yang membaca Alquran dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama" (At-Tibyan, hal. 58-59)