Diduga Terlilit Utang, Polisi Berpangkat Bripka Nekat Bunuh Diri
Berdasarkan keterangan mertua dan istri korban sempat pulang sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, tidak lama berselang Bripka Iskandar kembali keluar rumah dan belum kembali hingga kapolsek dan rekannya di Polsek Samatiga tiba di rumahnya. Bau kejanggalan pun kian tercium pekat.
Rombongan kemudian menuju rumah wakapolres untuk melaporkan hal tersebut. Tiba-tiba pada pukul 20.00 WIB mertua korban menelpon Kanit Reskrim Polsek Samatiga dan mengatakan korban telah ditemukan dalam kondisi luka berat dan kritis.
"Setelah kapolsek ke rumah, mertua korban pergi ke kebun mencari korban dan menemukan Bripka Iskandar di dalam sebuah pondok. Saat itu pondok terkunci dari dalam dan selnajutnya korban memanggil-manggil korban," katanya. "Is is, ini bapak buka pintu," kata Sani mertua korban.
Bersamaan dengan upaya membuka pintu tersebut terdengar suara letusan senpi. Sani pun terus memanggil nama korban agar dibukakan pintu hingga akhirnya mendobrak pintu belakang dan melihat Bripka Iskandar sudah tersungkur di lantai dengan kondisi kepala yang mengeluarkan banyak darah.
Berdasarkan keterangan Sani, posisi senjata api berada persis di samping korban dengan selongsong mengarah ke kepala korban. Bripka Iskandar segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh utnuk dilakukan pemeriksaan.
Diketahui, Bripka Iskandar meninggalkan satu orang istri dan tiga orang anak. Rencananya, usai menjalani sejumlah pemeriksaan jasad Bripka Iskandar akan disemayamkan di kampung halamannya di Banda Aceh.
Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena terlibat masalah utang yang beralngsung sejak 2011. Gelagat tersebut ditunjukkan korban dalam beberapa bulan terakhir. Sebagai kKasium Polsek, Bripka Iskandar diberi tanggung jawab untuk memegang kunci gudang senpi inventaris Polsek Samatiga.
Editor: Achmad Syukron Fadillah