Biografi Cut Nyak Dien, Pahlawan Nasional dari Keluarga Bangsawan Religius
Walaupun orang-orang terdekatnya telah meninggal dunia, Cut Nyak Dien masih terus melanjutkan perlawanannya terhadap Belanda selama enam tahun.
Dia terus melakukan gerilya dari satu daerah ke daerah lainnya. Dalam perjuangan bersama para pasukannya, mereka dihadapkan pada kesulitan hidup, yakni kehabisan uang, penderitaan dan pasokan senjata.
Cut Nyak Dien yang sudah semakin tua, kondisi fisiknya yang semakin renta, ditambah dengan jumlah pasukannya terus berkurang. Kemudian salah satu anak buah Cut Nyak Dien yang bernama Pang Laot, melaporkan lokasi markasnya kepada Belanda karena dia merasa iba dengan kondisi Cut Nyak Dien dan pasukannya.
Akhirnya Belanda menyerang markas Cut Nyak Dien di Beutong Le Sageu. Cut Nyak Dien berusaha untuk melawan dengan mengambil rencong. Namun aksinya berhasil digagalkan oleh Belanda.
Cut Nyak Dien ditangkap dan dibawa ke Kutaradja kemudian diasingkan ke Sumedang. Sementara putrinya Cut Gambang berhasil melarikan diri ke hutan dan meneruskan perjuangan ayah dan ibunya.