Bangkit usai Bencana Banjir, Rumah Makan di Aceh Tamiang Kembali Beroperasi
“Kalau nengok apa, sedih ya, tapi itu hanya titipan kan. Kita kembalikan saja ke Yang Kuasa,” katanya.
Keputusan Arnis untuk kembali membuka usaha tidak hanya demi dirinya sendiri. Dia mengaku memiliki 15 karyawan yang sebagian besar berada dalam kondisi ekonomi sulit setelah banjir Aceh Tamiang.
Sebagian karyawannya bahkan kehilangan tempat tinggal akibat banjir Aceh Tamiang. Kondisi itu yang mendorong Arnis untuk segera bangkit dan kembali menjalankan usaha.
“Dengan nengok pada karyawan saya, rata-rata rumahnya hilang. Habis. Itulah yang membuat Ibu bangkit. Rasa kemanusiaan. Kalau gak bangkit kembali, kita mau kasih makan apa. Itulah yang membuat semangat ibu kembali,” ucapnya.
Dengan bantuan petugas Pekerjaan Umum (PU) dan relawan, Rumah Makan Salero Awak akhirnya bisa kembali melayani pelanggan. Meski masih terbatas, aktivitas usaha mulai berjalan pascabanjir Aceh Tamiang.