300 Ornamen dari Abad Kerajaan Aceh Dipamerkan di Museum Tsunami
Lebih lanjut dia mengatakan, pameran ornamen ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap ornamen Aceh yang tidak terlalu mendapatkan atensi dari banyak masyarakat. Selama ini, ornamen Aceh hanya dianggap sebagai hiasan bukan bagian dari objek seni rupa.
"Dalam kegiatan acara-acara, ornamen hanya untuk melengkapi saja. Karena itu, kita ingin pada pameran ini meletakkan ornamen sebagai objek utama seni rupa," ujarnya.
Melalui pameran ini, Iskandar berharap semuanya bisa secara bersama-sama untuk menyelamatkan ornamen Aceh yang hampir punah, terutama dalam benda-benda peninggalan sejarah yang kecil seperti pedang, rencong, bros, dan gagang rencong.
Kata dia, pameran ornamen Aceh ini merupakan bagian dari literasi estetis dan menjadi langkah awal untuk melanjutkan penyelamatan ribuan ornamen Aceh lainnya melalui pendokumentasian.
"Ini menjadi gong untuk melanjutkan pendokumentasian ribuan ornamen Aceh lainnya. Tahap awal kita dokumentasikan ribuan ornamen dalam bentuk buku," kata Iskandar.