Kaleidoskop: Penjualan Mobil Nasional Berdarah-Darah Terpapar Covid-19
Sementara itu, Esther Sri Astuti, direktur program Indef melihat kondisi ini terjadi karena turunnya daya beli masyarakat. "Meskipun ada insentif atau diskon, masyarakat saat ini lebih menahan belanja. Mereka lebih berhati-hati dalam belanja melihat kondisi ekonomi," katanya.
Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy memandang kondisi pasar kendaraan di masa pandemi Covid-19 ini sangat dinamis. Hampir setiap waktu berubah.
"Kami mempredksi penjualan mobil di Indonesia pada 2020 sekitar 550.000 unit sampai 560.000 unit. Angka ini turun sekitar 45 persen dari realisasi penjualan kendaraan pada 2019," ujarnya.
Seperti diketahui, penjualan ritel mobil nasional dari Januari hingga November 2020 tercatat mencapai 509.667 unit. Angka ini lebih rendah dari periode yang sama pada 2019 sebanyak 942.177 unit atau turun 46 persen.
Untuk wholesales hingga November 2020 sebanyak 474.964 unit. Di mana titik terendah penjualan mobil nasional terjadi pada Mei sebanyak 17.083 unit.