Deretan Guru Jadi Pengusaha PO Bus, Kini Punya Puluhan Armada dengan Aset Miliaran Rupiah
3. Teuku Ery Rubihamsyah, PO Efisiensi

Sebenarnya, Teuku Ery Rubihamsyah tak pernah menjalai profesi sebagai seorang guru, namun penamaan usahanya sangat erat berkaitan dengan pekerjaan itu.
Efisiensi sendiri sebenarnya sudah ada sejak 1948, yang pada saat itu dijadikan nama usaha kursus mobil dan montir dari kakek Rubihamsyah, yang merupakan seorang guru teknik di sekolah.
Sang kakek berpesan agar nama Efisiensi dilestarikan oleh generasi penerusnya apa pun jenis usahanya. Akhirnya tercipta PO Efisiensi pada 1996 yang didirikan oleh Rubihamsyah yang merupakan lulusan dari Univesitas Islam Indonesia.
4. Muhammad Abdul Wahid, PO Pesona

Pria yang akrab disapa Mas Wahid ini awalnya berprofesi sebagai guru dengan latar belakang pendidikan sarjana di bidang Bahasa Indonesia. Dia mengajar di dua sekolah di Kota Semarang, Jawa Tengah, tapi sambil membuat berbagai konten video yang di unggah ke YouTube.
Memiliki pengetahuan mengenai otomotif, dirinya kemudian membagikan tips dalam melakukan perawatan mobil. Dirinya juga memberikan informasi mengenai bagaimana dalam memilih mobil bekas agar tidak tertipu penjual.
Kesederhanaan yang ditampilkannya, akhirnya dirinya dipercaya seseorang untuk mencarikannya mobil bekas impiannya. Setelah berhasil, tercetus ide membuat konten “Berburu Mobil Impian”, yang menjadi pundi-pundi baru Mas Wahid.
Seiring berjalannya waktu, Mas Wahid kini menggeluti usaha bisnis jasa penyewaan bus pariwisata dengan nama PO Pesona. Awalnya, ia membeli dua bus bekas PO Haryanto sebagai langkah untuk mempelajari dunia baru itu.
Kini, Mas Wahid sudah bisa membeli bus baru dengan menjual armada lamanya untuk peremajaan. Bahkan, ada yang berani berinvestasi di PO Pesona dengan menitipkan bus untuk dikelola olehnya.
Editor: Ismet Humaedi