Lampu Indikator Motor Injeksi Menyala Terus, Ternyata Ini 5 Penyebabnya
Pulser atau pick up coil merupakan komponen yang berfungsi untuk menentukan waktu pengapian CDI atau ECU ke SCR, lalu menginstruksikan SCR untuk membuka kapasitor dan melepaskannya. Jika pulser dalam kondisi lemah, maka biasanya akan menyebabkan sepeda motor tersendat layaknya kehabisan bensin dan sering kali mogok.
Throttle Position adalah sensor yang berfungsi untuk membaca besaran bukaan gas dan memberikan sinyal tersebut ke ECU. Jika ada kerusakan, gejala yang ditimbulkan antara lain putaran mesin jadi berat, atau bahkan tidak bisa idle.
Ini biasanya juga menyebabkan lampu indikator menyala terus. Jika terus dibiarkan, TPS yang rusak akan dapat menyebabkan tarikan motor jadi menjadi kurang responsif.
ECU adalah salah satu komponen paling penting pada sepeda motor. Pasalnya, di ECU semua fitur pada mesin injeksi dikontrol. Sebut saja seperti, riding mode, bukaan bensin, dan campuran udara. Jika terjadi kerusakan pada ECU, mungkin bisa merusak seluruh sistem mesin dari sepeda motor injeksi.
Saringan udara pada motor bertugas menyaring udara yang masuk ke dalam ruang bakar agar tidak tercampur dengan partikel kotoran dan debu. Jika kondisi filter udara kotor maka akan berakibat pada tarikan gas motor jadi berat dan tidak stabil. Selain itu motor juga akan mendadak mati atau mogok bila filter udara kotor tetap digunakan. Jika terjadi masalah ini, lampu indikator juga akan menyala terus.
Kerusakan jenis ini biasanya disebabkan karena regulator tidak berfungsi dan battery (aki) tidak terisi dengan sepenuhnya. Namun, bisa juga karena terlalu over pengisiannya (over charging). Jika indikator menunjukkan kedipan hingga 46 kali atau nyala terus, maka ini pertanda ada kerusakan pada power supply.
Itulah beberapa tanda kerusakan yang sering terjadi jika lampu indikator, terutama jika lampu indikator motor injeksi menyala terus atau berkedip lama.
Editor: Komaruddin Bagja