Jangan Asal Isi Air Aki, Begini 4 Cara Merawat Aki Basah agar Awet
2. Pastikan Volume Air Aki Tetap Ideal
Cairan di dalam aki berfungsi sebagai media penyimpan energi listrik. Ketika volume cairan berkurang, kemampuan aki menyimpan daya juga akan menurun sehingga performanya menjadi kurang maksimal.
Di pasaran terdapat dua jenis air aki, yakni air aki botol merah (accu zuur) dan air aki botol biru. Untuk kebutuhan pengisian ulang, pemilik kendaraan dianjurkan menggunakan air aki botol biru sesuai peruntukannya.
3. Panaskan Mesin Mobil Secara Teratur
Memanaskan mesin mobil sebelum digunakan juga dapat membantu menjaga kondisi aki. Mesin yang dipanaskan sekitar 10 menit memungkinkan alternator mengisi kembali arus listrik ke dalam aki sehingga daya tetap stabil.
Selain membantu pengisian listrik, proses ini juga membuat sirkulasi oli mesin lebih merata. Namun sebelum memanaskan mesin, pastikan volume air aki berada pada level yang aman.
4. Matikan Perangkat Elektronik
Kebiasaan sederhana ini sering diabaikan oleh banyak pengendara. Sebelum mematikan mesin, pastikan seluruh perangkat elektronik seperti audio, lampu, atau aksesori lainnya sudah dimatikan.
Langkah tersebut bertujuan agar saat mesin dinyalakan kembali, daya dari aki dapat difokuskan untuk proses starter. Dengan begitu, beban aki menjadi lebih ringan dan usia pakainya bisa lebih panjang.
Perawatan yang dilakukan secara rutin, aki basah dapat memiliki daya tahan yang tidak kalah dengan aki kering. Selain menjaga performa kendaraan tetap optimal, perawatan yang tepat juga membantu menghemat biaya penggantian aki dalam jangka panjang.
Editor: Dani M Dahwilani