Turunkan Emisi Karbon, Toyota Gerak Cepat Siapkan Deretan Mobil Listrik di Indonesia
Total penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota hingga 2021 mencapai 4.975 unit. Di mana sepanjang 2021 hingga September penjualannya menyentuh 1.409 unit.
“Dari total 4.975 unit kendaraan elektrifikasi Toyota yang sudah dipasarkan sejak 2009, kontribusi menurunkan emisi CO2-nya mencapai 300.000 gram per kilometer. Kami optimistis, penerapan regulasi karbon akan makin meningkatkan kontribusi bagi penurunan emisi CO2 dari keberadaan kendaraan elektrifikasi Toyota di Indonesia karena harganya semakin kompetitif bagi pelanggan,” ujar Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy dalam webinar, belum lama ini.
Dia menjelaskan, potensi pencapain penurunan emisi ini sama dengan mengurangi emisi dari 2.000 unit kendaraan non elektrfikasi dengan kadar emisi di level 150g/km. Perhitungan apabila kendaraan kendaraan elektrifikasi Toyota tersebut minimal berjalan 50.000 km, sehingga total penurunan kadar CO2 sebesar 15.000 ton.
“Keinginan kami yang utama adalah sejalan dengan pemerintah ikut berkontribusi pada penurunan emisi. Salah satunya adalah dengan mempopulerkan penggunaan kendaraan ramah lingkungan, baik elektrifikasi maupun konvensional yang semakin ke sini juga semakin baik emisinya,” kata Anton.
Dia menyebutkan, dalam kontribusi penurunan emisi, Toyota Indonesia berkomitmen terus mempopulerkan penggunaan kendaraan elektrifikasi sebagai sarana mobilitas masyarakat. Toyota juga telah merencanakan memproduksi kendaraan eletrifikasi di Indonesia pada 2022.
Adapun Toyota selaras dengan komitmen Indonesia terhadap masalah lingkungan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya pada KTT Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim atau COP26 di Scottish Event Campus, Glasgow, Skotlandia, Senin (1/11/2021). Dalam COP26, Presiden Jokowi juga menyampaikan rencana Indonesia dalam mengembangkan ekosistem mobil listrik sebagai salah satu langkah serius untuk menangani masalah perubahan iklim.
Editor: Dani M Dahwilani