Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 30% Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Anak-Anak, Rudal Ditembak dari UEA
Advertisement . Scroll to see content

Tanggapi Perang Amerika-Israel vs Iran, Toyota Wait and See

Jumat, 06 Maret 2026 - 20:40:00 WIB
Tanggapi Perang Amerika-Israel vs Iran, Toyota Wait and See
Terkait perang Amerika-Israel dengan Iran, Toyota menyatakan saat ini masih wait and see memantau perkembangan situasi global. (Foto: Dok iNews.id) 
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Toyota Indonesia angkat bicara mengenai konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Pabrikan otomotif asal Jepang itu menyatakan saat ini masih menerapkan strategi wait and see sambil memantau perkembangan situasi global.

Perusahaan menilai hingga saat ini konflik tersebut belum memberikan dampak langsung terhadap aktivitas bisnis maupun pasar otomotif di Indonesia.

Pihak Toyota menyebutkan kondisi global masih sangat dinamis sehingga perusahaan memilih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil langkah strategis.

“Untuk saat ini belum ada pengaruh. Kita masih melihat perkembangan,” ujar Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Meski begitu, Jap Ernando mengakui konflik geopolitik berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi makro. Jika situasi terus memanas, dia tak menampik dampaknya bisa menjalar ke berbagai sektor termasuk industri otomotif nasional.

Menurutnya, stabilitas ekonomi global memiliki hubungan erat dengan permintaan kendaraan. Ketika kondisi ekonomi terganggu, daya beli masyarakat bisa ikut terdampak.

“Pastinya ekonomi makro akan berpengaruh pada pasar otomotif di Indonesia,” kata Jap Ernando.

Perusahaan menilai masih terlalu dini untuk menilai seberapa besar dampak konflik tersebut. Toyota masih memantau apakah ketegangan tersebut akan berlangsung dalam jangka pendek atau justru berkepanjangan.

Jika konflik berlanjut dan memicu gangguan yang lebih luas, Toyota memastikan akan menyiapkan langkah antisipasi agar bisnis tetap berjalan stabil.

“Kalau terjadi dampaknya, pasti kita akan mengantisipasi dengan strategi yang dibutuhkan,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai konflik geopolitik di Timur Tengah dapat memengaruhi rantai pasok global, jalur logistik, hingga distribusi komponen industri otomotif. Gangguan pada jalur perdagangan internasional bahkan bisa memicu keterlambatan pengiriman dan kenaikan biaya logistik. 

Sebab itu, banyak produsen otomotif global termasuk Toyota memilih bersikap hati-hati sambil memantau perkembangan konflik tersebut.

Bagi Toyota Indonesia sendiri, kondisi geopolitik global menjadi salah satu faktor yang selalu diperhatikan karena industri otomotif sangat bergantung pada rantai pasok internasional dan stabilitas ekonomi dunia.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut