Tak Punya Peluang Kejar Mobil China, Honda Kembali ke Strategi Lama
CEO Honda, Toshihiro Mibe, bahkan secara terbuka mengakui keunggulan industri otomotif China setelah melakukan kunjungan ke sejumlah pemasok di negara tersebut. “Kita tidak punya peluang melawan ini,” kata Mibe seperti dikutip laporan Nikkei Asia.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa seriusnya tantangan yang dihadapi produsen otomotif Jepang saat ini.
Data penjualan juga menunjukkan tekanan tersebut semakin nyata. Penjualan Honda di pasar China terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2025, penjualan Honda di negara tersebut tercatat turun hingga 24 persen. Akibatnya, sejumlah pabrik Honda di China kini beroperasi di bawah kapasitas optimal. Selain itu, beberapa rencana pengembangan model baru juga terpaksa dikurangi.
Strategi Toyota dan Nissan
Menariknya, strategi Honda berbeda dengan beberapa produsen Jepang lainnya. Raksasa otomotif seperti Toyota Motor Corporation dan Nissan Motor Corporation memilih bekerja sama dengan mitra lokal China.